Konsultasi Seks

seks-nambahIstri Ingin Nambah, Suami Sudah Berumur

Saya seorang istri berusia 35 tahun, mau menanyakan tentang suami yang saat ini berusia 45 tahun. Ereksinya baik dan dalam hubungan suami istri terbilang lumayan, bisa 1 sampai 2 kali per minggu. Hanya, kalau sudah puas, sulit “bangun” lagi.

Bagaimana caranya agar cepat “bangun” lagi? Saya melakukan senam BL (Body Language) dan senam seks total 3 kali seminggu. Apa karena hal tersebut, kebutuhan saya menjadi tinggi? Terima kasih dokter atas jawabannya.

Ny Umi, Kediri

 

Tahap agar tidak muncul masalah terkait frekuensi hubungan seks suami istri adalah seirama dalam kebutuhan dan tindakan. Suami istri bisa sama-sama semangat atau sama-sama malas. Kondisi tersebut relatif tak banyak persoalan dibanding yang memiliki kesenjangan. Jika terjadi kesenjangan kebutuhan hubungan seks suami istri dan kebutuhan tersebut tak terpenuhi, kondisi itu akan berpotensi memunculkan masalah.

Rendahnya kualitas komunikasi seks suami istri sering menjadi penghambat. Padahal, diperlukan kualitas komunikasi yang baik dalam penyampaian maksud, tujuan, dan keinginan terkait hubungan seks. Suami tak bisa menyampaikan keInginan/ketidakInginan karena takut pasangan marah. Memang kalau cara melakukan komunikasi bersifat menghakimi atau menuntut, pasangan bisa tersinggung dan marah. Namun, jika dilakukan dengan tepat dan menggunakan bahasa yang bersubstansi “positif”, hasilnya akan baik. Kemampuan ereksi pria terjadi, antara lain, karena kinerja hormon seks, persarafan, serta fungsi pembuluh darah yang prima.

Dari aspek pembuluh darah, ereksi terjadi karena aliran darah ke organ kelamin yang mengalir lancar. Sebaliknya, jika pembuluh darah tidak prima dan aliran darah organ penis kurang lancar, ereksi tak maksimal. Untuk memiliki kualitas pembuluh darah yang prima, harus disiapkan sejak awal atau usia muda. Lazimnya, penumpukan bahan yang menyebabkan penyempitan saluran darah terjadi sejak usia sekitar 20 tahun dan bersifat progresif. Namun, jika ada kegemukan, penumpukan bahan yang mengganggu pembuluh darah akan berlangsung pada umur lebih muda.

Untuk suami Ibu Emi, upayakan memiliki berat badan ideal/tidak gemuk. Saya sarankan cek laboratorium untuk gula darah, fungsi hati, fungsi ginjal, kolesterol, dan kadar hormon testosteron. Selain olahraga yang benar dan pola makan sehat, upayakan ada komunikasi seks lebih baik. Jika potensi seks suami belum optimal, perlu Tambahan aphrodisiac. Itu kelompok bahan/obat yang meningkatkan potensi seks bisa dikonsumsi. Untuk pria kuat, tak harus diartikan mudah “bangun” setelah puas atau ereksi yang semakin lama. Faktor umur ikut berperan kurang menguntungkan. Apalagi, untuk usia melebihi 40 tahun. Hal penting yang sebaiknya diupayakan adalah menunda ejakulasi (prolonged ejaculation).

Tentang kaitan antara senam yang ibu lakukan dan semangat dalam hubungan suami istri, hal tersebut relevan. Senam yang dilakukan secara benar akan meningkatkan kebugaran tubuh dan seks. Sebab, aktivitas senam BL dan senam seks akan memperbaiki aliran darah di organ intim dan membentuk persepsi seks yang positif. (*)

 

Dr dr Hudi Winarso SpAnd Mkes

 

About these ads

~ by wahyukokkang on November 27, 2008.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 32 other followers

%d bloggers like this: