Clekit Jawa Pos 28 Okt 2008

Sumpah daripada Pemuda

 

Rasanya, acara-acara peringatan seperti ini makin nggak ada greget lagi ya? Beda saat jaman Pak Harto dulu. Meskipun saat itu kita juga benernya males banget ikut upacara peringatan hari-hari nasional seperti ini, tp minimal ada sedikit perasaan bergetar saat lagu Indonesia Raya dikumandangkan, atau saat bendera dikibarkan. Mgkin itu yg dinamakan “rasa nasionalisme”, ya?.

Sekarang ini beda banget, lihat bendera berkibar kayaknya sama saja dengan lihat sarung atau celana kolor di jemuran. Nggak tahu lagi kalo org lain gimana, paling sama aja kali, ya? Hahaha!!

Tapi walau bgmpun, sbg org Indonesia kita patut bangga mempunyai banyak hari-hari bersejarah, sbg penanda bahwa dulu tokoh-tokoh negeri ini telah banyak “berbuat sesuatu” utk bangsa ini.

Cuma sayang, Kalimat dari naskah Sumpah Pemuda  yang berbunyi “Kami, putra dan putri Indonesia, mengaku bertanah air satu…” dst, kyknya krg cocok dgn kondisi skrg. Krn di negeri kita ini skrg nggak cuma ada putra dan putri, tapi juga banyak putra sekaligus putri (waria/bencong/banci,dll). Saya nggak hbs pikir, knp jumlah makhluk alternatif ini demikian cpt berkembang populasinya. Mgkin disamping krn kita membiarkan mrk berkembang dgn jln memakluminya, juga karena makhluk model gini menular banget. Inilah satu-satunya jenis manusia yg muncul di dunia bukan karena dilahirkan! Krn kelahiran cm mengenal 2 jenis kelamin, laki-laki dan perempuan. Yah, semoga sj jumlah mereka tidak bertambah terus, krn bisa mempercepat kiamat (ingat, salah satu tanda-tanda kiamat sdh dekat adalah kalau sdh banyak laki-laki yg menyerupai wanita, dan wanita yg menyerupai laki-laki). Dan semoga mereka segera mendapat pencerahan dan hidayah untuk kembali ke jenis kelamin yang benar. Amin…

 

Advertisements

~ by wahyukokkang on October 28, 2008.

2 Responses to “Clekit Jawa Pos 28 Okt 2008”

  1. Hehehe, good boy!

  2. jaman edan yen rak edan orak keduman… masih berlaku nggak ya? mungkin hanya utk orang edan ya? hehe… hidoep Soempah Pemoeda ! juga Pemoedi bukan Pemoedai lho !

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: