Clekit Jawa Pos 30 Okt 2008

Syekh Puji Keok

 

Syukurlah. Akhirnya, setelah dikecam berbagai pihak, Syekh Puji mengembalikan istri belianya (Ulfa) ke orang tuanya. Takut juga dia rupanya. Koar-koarnya yang semula selalu memakai agama dan nabi sebagai pembenar tindakannya menikahi anak 12 tahun tidak terdengar lagi (dalam berbagai kesempatan, pria berjanggut akar serabut ini selalu mengatakan bahwa Nabi Muhammad menikahi istrinya (Aisyah) ketika Aisyah masih berusia 9 tahun). Sekarang ini, sang Syekh cenderung kalem dan tidak banyak komentar ke wartawan.

 

Mangkanya, jangan bawa-bawa Nabi dan agama ke dalam kelakuan pribadi Anda! Iya kalau Muhammad SAW, beliau nabi, orang suci, segala tindakannya terpuji, apa yang dilakukannya berdasar wahyu dari Allah. Lha sampeyan itu dapat wahyu dari mana, Brur? Dari Hongkong?

 

Semoga, hal ini bisa menjadi pelajaran bagi kita semua. Biarkan Ulfa yg cantik itu berkembang dan mekar menikmati dunianya, menjalani masa yg seharusnya dia jalani. Biarkan juga dia kembali ke sekolah dan ke teman-teman yang dia cintai. Obbie Messakh saja bilang: Tiada masa paling indah, masa-masa di sekolah, tiada kisah paling indah, kisah kasih di sekolah… (yek, sok puitis yekkk! Nggilani!!)

 

~ by wahyukokkang on October 30, 2008.

3 Responses to “Clekit Jawa Pos 30 Okt 2008”

  1. Boleh dan harus sih Engkong Puji mengembalikan Ulfa ke habitatnya, tetapi kalau memang betul sudah “dinikahi” (maaf tp bukan nikah resmi sesuai aturan negara) trus ehm… dan mgkn juga sudah “ditemani” di malam hari. Lantas apakah semudah itu?dan kalau memang sudah, apakah yang “satu” itu bisa dikembalikan seperti sedia kala? Coba sejenak kita renungkan (tapi jgn “merenung sampai mati” spt judul tulisannya masPrie GS sang Budayawan Refleksi/ kartunis Suara Merdeka) hehe… betul tidak? Mohon kepada Engkong Puji dan siapapun kita, jangan mencari pembenaran dengan alasan “niat baik” dan “pasal Agama” yang di-pas2 kan tapi sebetulnya tidak pas. Emang Agama ini hanya menurut kamu saja? Sekali lagi “satu hal” yang tdk bisa dikembalikan tadi dan tdk bisa diperoleh kembali oleh si Ulfa, juga harus dipikirkan ya…

  2. hoii syekh puji ! nyadar dongg . loe tuh udah tuaa ! dasar udh bau tanah ! udh ggaek . nikahin anak kecil ? punya otak g lu ? lu th udh ngambil masa – masa bahagia si ulfa ! kasian kan diaaa ! jahat luu ! gmna kalo lu yg ada di posisi ulfa ? mgkn udh bunuh diri dan MAMPUS luu ! huhu . :@

  3. Iya benar benarlah syech puji itu! mudahan dia benar kapok!
    Salam kartun Mas!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: