Konsultasi Gigi

ompongMencegah Ompong

di Usia 50 Tahun

 

Saya Dini, usia 25 tahun, tak punya masalah dengan gigi. Hanya mau tanya, ketika berusia di atas 50 tahun, apa selalu gigi kita satu per satu tanggal? Lalu, akhirnya mulut jadi ompong? Terus terang, saya tidak mau jadi ompong. Apa ada solusi yang bisa saya lakukan sekarang agar gigi tidak ompong? Terima kasih.

Dini, Surabaya

 

Ada beberapa penyebab mulut ompong. Yakni, kerusakan gigi dan gusi (jaringan penyangga gigi) serta komplikasi dari penyakit berat yang lain (misal, kencing manis). Apa yang terjadi bila mulut ompong? Pertama, akan semakin tampak tua karena tidak ada lagi gigi yang menyangga bibir. Kedua, timbulnya penyakit karena sulit mengunyah akibat kebanyakan makanan sehingga ditelan saja. Dengan demikian, akan terjadi kerusakan lambung dan sistem pencernaan. Nah, bagaimana dampak sosialnya? Malu bergaul karena tampak lebih tua dari sebaya (boros umur). Dampak lainnya, produktivitas menurun, ”catatan tidak masuk kerja” bertambah karena sering sakit perut dan tidak enak badan.

Umumnya, hanya ada dua penyebab kerusakan gigi dan jaringan penyangganya. Yaitu, penyebab lokal (faktor kebersihan mulut) dan sistemik (komplikasi penyakit lain). Penyebab sistemik biasanya hanya faktor pemberat. Penyebab utama kerusakan gigi adalah kotoran (sisa makanan) yang tertinggal dalam mulut dan sela gigi.

Sisa makanan yang tertinggal di permukaan gigi akan dimakan oleh kuman rongga mulut.  Dampaknya, permukaan gigi menjadi asam (pH rendah). Asam (pH di bawah 5) akan berdampak kerusakan enamel (lapisan terkeras gigi). Dengan begitu, terjadilah lubang pada gigi. Lubang yang tidak segera ditambal akan terus merayap masuk ke jaringan saraf gigi, membuat infeksi saraf, kemudian merambat ke jaringan penyangga gigi. Akibat infeksi di jaringan penyangga gigi, terjadi peradangan. Jika tidak diobati, gigi akan goyah dan tanggal.

Bagaimana mencegah agar mulut tidak ompong? Mudah saja. Sebab, penyebab mulut ompong adalah kerusakan gigi dan penyangganya. Tentu, bersihkan gigi dan mulut setelah makan dan sebelum tidur dengan cara yang benar. Jangan lupa mengunjungi dokter gigi minimal enam bulan sekali untuk tindakan pencegahan penyakit gigi dan mulut. Saya salut dengan perhatian Dini. Sebab, Anda di usia muda sudah berpikir untuk mencegah mulut ompong. Kebanyakan orang berperilaku lain, datang ke dokter gigi setelah mulutnya ompong. (*)

 

Dr drg R. Darmawan Setijanto MKes

Klinik Kecantikan Gigi D-Arts

 

Advertisements

~ by wahyukokkang on November 6, 2008.

2 Responses to “Konsultasi Gigi”

  1. artikel yang menarik….

  2. artikelnya kerennnnnnn……

    saya mau tanya proses pemasangan gigi kawat bisa menghabiskan budget berapa paling murah? soalnya gigi saya sebagian ada yang rapat dan sebagian lagi ada yang renggang disebabkan gigi saya ompong, kemudian gigi bungsu saya empat2nya disetiap ujung gigi belum tumbuh sehingga mengganggu gigi yang sudah ada.

    terima kasih sebelumny.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: