Konsultasi Psikologi

 Homoseks Egodistonik

Saya pria umur 21 tahun, belum menikah. Saya mempunyai problem seksual. Selama ini, saya suka kepada laki-laki dewasa gemuk. Tapi, saya juga suka dengan wanita cantik. Apakah saya termasuk biseks? Waktu kelas 6 SD, saya pernah menaruh hati kepada teman wanita. Saya pun sering melakukan onani. Namun, yang saya bayangkan saat onani justru pria, bukan wanita.

Yang ingin saya tanyakan, apa gangguan seks yang saya alami? Apakah saya bisa menjadi normal (tertarik dengan lawan jenis saja)?Apakah itu bisa disembuhkan? Jika bisa, dengan jalan apa?. Atas perhatiannya, saya ucapkan terima kasih.

Dede , Jogjakarta


Homoseks didefinisikan sebagai ketertarikan secara seksual terhadap jenis kelamin yang sama. Wanita yang menyukai wanita secara seksual juga disebut homoseks. Namun, itu lebih sering disebut lesbian (berasal dari pulau Lesbos yang berpenghuni mayoritas wanita).

Aplikasi ketertarikan secara seksual kepada jenis kelamin yang sama bisa berupa fantasi seks, aktivitas seks (sentuhan, ciuman), atau hubungan seks (anal seks) dengan sesama jenis. Dari aspek ada atau tidaknya konflik internal sehubungan dengan keadaan homoseksualnya, hal tersebut dibedakan menjadi homoseks jenis egosintonik dan homoseks jenis egodistonik. Pria homoseks jenis egosintonik lebih enjoy dengan keadaan homoseksualitasnya. Sebaliknya, pria homoseks jenis egodistonik cenderung merasa salah dengan keadaaan homoseksualnya. Bahkan, beberapa di antaranya sampai pada percobaan bunuh diri karena konflik perasaan yang dialaminya.

Individu dengan kecenderungan homoseks yang memiliki kemauan untuk berubah dan ingin menjadi heteroseks mempunyai peluang terealisasi, apalagi jika gangguannya dalam gradasi ringan. Contohnya, dia baru sebatas fantasi seks.

Gradasi homoseksualitas individual dapat beragam. Mulai yang ringan sampai total. Jika kadar homoseksualitasnya antara 50 sampai 60 persen, yang bersangkutan masih mungkin menikah dengan lawan jenis. Namun, jika ada kesempatan atau pilihan dengan sejenis, itu dirasakan lebih menyenangkan. Kelompok seperti ini bisa diartikan sebagai biseks karena dengan wanita bisa dan dengan pria juga bisa.

Untuk homoseks yang kadarnya dominan, sangat mungkin ada perasaan jijik secara seksual dengan lawan jenis atau sama sekali tidak terangsang secara seksual dengan lawan jenis. Secara fisik dan hormonal, pria penderita homoseks bisa tidak jauh beda dengan kebanyakan pria lain. Yang bermasalah adalah pikiran. Yaitu, ketertarikan seksualnya.

Ada intervensi pengobatan yang memberikan peluang untuk bisa mengubah orientasi seks, antara lain, dengan hypnotherapy. Kemauan yang sungguh dan ketelatenan subjek dalam melakukan pengobatan dengan hypnotherapy sangat menentukan keberhasilan pengobatan. (*)

~ by wahyukokkang on December 17, 2008.

2 Responses to “Konsultasi Psikologi”

  1. Saya juga mendapat masalah yang sama. tapi saya tidak tau apakah saya suka denagn perempuan juga. tapi kalau denagn laki-laki saya snaagt suka. Tapi saya belum ada kontak secara seksual tapi ingin tapi tidak mau. Sya adalah egodistonik. saya sangat menderita tapi saya ingin menikah. Kasih respon ya. Please

  2. hemm… membaca blog diatas, jadi teringat. aplagi lihat gambarnya… wkwkk lucu sekali.
    jujur saja, saya yg menulis problem tersebut dan saya kirim email ke JawaPos. memang benar apa yang dianaisa blog diatas…
    setelah saya alami dan saya pelajari memang benar kaum egodistonik cenderung lebih dominan sifat cowoknya dan mereka lebih menutupi sifat homonya bahkan ada yang sudah berumah tangga dan mmpny 2anak tetapi masih enjoy dengan sikap heteroseksya(biseks).mereka cenderung individu / menyendiri dalam suatu lingkungan homo.
    berbeda dg egosintonik, mereka lebih terbuka pada publik kalao meraka tertarik pada sejenis,kebanyakan memeiliki “Geng” tersendiri,emosi sangat peka sperti cewek pada umumnya dan tingkah laku kesehariannya tak jauh beda.

    menurut saya sekarang sudah banyak kaum yg menukai sesama jenis tesebut, bahkan di dulu di Frienster, Dan yang sekarang yg lagi Ngetrend itu Facebook sudah ada suatu forum/Group yang menampung mereka.
    Mereka yang “sakit” umumnya berganti2 pasangan dan jarang menemukan pasngan yg awet… dan umumnya perasaan suka mereka hanya didasari dengan nafsu saja, jarang yang bermain engan perasaan hati (yg bisasanya dimilik ole manusia normal)

    kebanyakan dari mereka terjadi karena pengaruh lingkungan, pengalaman pribadi. gen juga bs bepengaruh sekita 30%.
    Salam _DEDE_

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: