Clekit Jawa Pos 20 Des 2008

Pensiun Hakim Agung 70 Tahun

Draf revisi UU No 14 Tahun 1985 tentang Mahkamah Agung (MA) yang sempat memunculkan kontroversi usia pensiun hakim agung akhirnya disahkan dalam sidang paripurna DPR kemarin. Dengan disahkannya revisi kedua UU 14/1985 tentang MMA itu, usia pensiun hakim agung diperpanjang hingga 70 tahun. Usia pensiun tersebut merupakan usia tertua pejabat negara sepanjang sejarah Indonesia.

Perpanjangan usia pensiun hakim agung itu kali pertama diusulkan oleh pemerintah dalam draf RUU MA. Pemerintah menilai pada usia 70 tahun seorang hakim agung masih fungsional dan semakin tua semakin bijaksana.

Sementara berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) usia produktif masyarakat Indonesia maksimal 65 tahun. Selain itu, perpanjangan masa pensiun hakim agung dikhawatirkan menghambat regenerasi di lingkungan MA. Padahal, lembaga peradilan tertinggi tersebut butuh tenaga baru untuk menyelesaikan penumpukan perkara yang mencapai 20 ribu kasus per tahun.

Nah, bisa dibayangkan bagaimana mungkin ribuan kasus tersebut bisa tertangani dengan baik jika para hakimnya sudah pada jompo semua, tentu dalam menangani perkara mereka berprinsip “alon-alon waton kelakon”, dengan gaya slow motion pula.

Akhirnya, selamat bekerja Mbah Hakim Agung, jangan telat minum obat, jangan ketinggalan tongkatnya, dan jangan lupa baju hangatnya…

~ by wahyukokkang on December 20, 2008.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: