Konsultasi Seks

Kontrasepsi Pria

Saya seorang ibu rumah tangga berusia 34 tahun dengan tiga anak. Suami berusia 38 tahun. Karena saya kurang cocok dengan beberapa metode KB, kami merencanakan suami yang ikut KB. Saat ini metode apa saja yang ada untuk KB pria? Apa keuntungan bagi suami dan saya? Bagaimana dengan kejantanan jika suami menggunakan KB pria, apakah tidak terganggu? Terima kasih.

Ibu Isti, Sidoarjo


Pilihan kontrasepsi pria memang tidak sebanyak kontrasepsi wanita. Saat ini, yang ada adalah kondom dan vasektomi. Mudah-mudahan dalam waktu yang tidak terlalu lama, akan segera ada yang berbentuk pil kontrasepsi untuk para bapak. Obat KB pria dalam bentuk pil tersebut saat ini diuji klinis atas kerja sama BKKBN dengan Universitas Airlangga. Hampir 20 tahun obat tersebut diteliti pada hewan coba dan hasilnya baik. Jika dalam uji klinis nanti memberi kesimpulan yang baik, pria akan bisa ber-KB dengan cara yang mudah dan aman. Bahan pil KB pria tersebut berasal dari herbal. Yaitu, tanaman gendarosa. Cara kerjanya, sperma menjadi tak bisa membuahi/menembus sel telur, sedangkan jumlah sperma dan hormon seks tidak dipengaruhi. Hal tersebut memberi makna bahwa kepuasan seks dan kemampuan ereksi tidak terganggu.

Tentang penggunaan kondom untuk keperluan kontrasepsi, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Antara lain, cara menyarungkan, waktu mengangkat setelah ejakulasi, dan aspek psikologis. Kondom disarungkan dengan cara yang benar agar tak mudah sobek saat digunakan. Ketika pemasangan, diupayakan menghindari pengisian udara secara berlebih pada kantong kecil di ujung kondom. Segera setelah terjadi ejakulasi, penis beserta kondom ditarik dengan memegang kondom di daerah pangkal penis. Berlama-lama merendam penis setelah ejakulasi tetap dalam vagina akan memungkinkan terjadinya aliran sperma (luber) sehingga fungsi kontrasepsi akan berisiko. Aspek psikologis perlu menjadi perhatian pasangan, baik suami maupun istri. Memilih warna kondom yang disukai pasangan akan berdampak positif dari kajian seksologi.

Tentang vasektomi, saat ini ada vasektomi tanpa pisau. Itu akan memberikan banyak kemudahan bagi peserta. Bahkan, jika kelak memerlukan penyambungan saluran kembali. Vasektomi memberikan dampak yang menguntungkan. Antara lain, istri tidak dipapar dengan penambahan hormon KB yang dosisnya relatif tinggi. Gairah suami juga tidak dikurangi karena hormon testosteron tetap mengalir dalam darah, yang dipotong/disumbat adalah saluran sel benih (vasa deferens).

Vasektomi juga tidak mengurangi tingkat kepuasan seks pria. Sebab, volume sperma yang dikeluarkan saat ejakulasi relatif tidak banyak berkurang. Keikutsertaan para bapak dalam mendukung program keluarga berencana merupakan sikap yang luar biasa dari tinjauan berbagai aspek. (*)


Dr Hudi Winarso SpAnd MKes

~ by wahyukokkang on December 23, 2008.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: