Konsultasi Seks

Alat Bantu Penetrasi untuk Wanita Vaginismus

Pasangan yang berencana menikah tentu amat menantikan keindahan malam pertama. Itu pula yang dirasakan Nia, 26, dan Wisnu, 27, menjelang hari pernikahan pada 20 Agustus tahun lalu. Namun, begitu saat yang mereka nantikan itu tiba, Wisnu gagal melakukan penetrasi.

Namun, keduanya tak hendak menyerah. Mungkin karena sama-sama tidak berpengalaman, pikir mereka. Keduanya pun terus mencoba. Hampir setiap hari mereka berusaha menebus kegagalan malam pertama. Tak jarang mereka memanfaatkan berbagai media yang mereka anggap bisa membangkitkan gairah. “Semua gaya sudah kami coba, dari woman on top, miring, gunting, apa saja yang disarankan teman. Tapi, tetap saja suami tak bisa masuk,” tutur Nia.

Genap sebulan, Nia yakin ada masalah dengan organ intimnya. Dari informasi awal yang dikumpulkannya, Nia menduga dirinya menderita vaginismus, semacam ketegangan di otot vagina. Untuk memastikan, Nia memeriksakan diri ke dokter kandungan. Namun, dokter hanya mengatakan bahwa Nia tegang karena tidak pernah berhubungan seks.

“Dokter bilang saya hanya terlalu khawatir. Untuk membuktikan vagina saya tidak bermasalah, dokter memasukkan alat kayak cocor bebek ke Miss V. Alat itu bisa masuk karena ukurannya lebih kecil dari penis suami,” jelas alumnus Komunikasi Unair itu. Dokter lalu memberinya resep vitamin dan pelumas untuk memudahkan penetrasi Mr P. Namun, sampai obat yang diresepkan habis, Wisnu tetap tak gagal penetrasi. Keduanya sempat frustrasi. Apalagi, akhir tahun lalu dokter menyatakan ada kista di rahim Nia. Dengan sisa harapan, pasangan itu mulai mencari informasi penanganan vaginismus di internet.

Harapan mereka mulai tumbuh saat menemukan ada tip bagi penderita vaginismus di internet. Caranya, membiasakan vagina menerima benda berbentuk seperti penis. “Awalnya saya pake jari dibungkus kondom biar higienis. Ternyata bisa masuk dan Nia juga terangsang,” jelas Wisnu. Tapi, saat dia berusaha memasukkan Mr P, lagi-lagi gagal.

Pasangan muda itu lalu mencari benda lain yang lebih besar daripada jari. “Pertama saya pake wortel. Saya bentuk dulu seperti penis dengan diameter satu senti. Sukses, saya ganti terong ungu. Tetap saya bentuk seperti penis, tapi diameternya 2,5 cm,” jelas pria berkaca mata itu. Dengan dilapisi kondom, kedua benda tadi bisa masuk Ms V Nia hingga 10-15 cm. Saat Nia terangsang, Wisnu berusaha penetrasi. Tapi, lagi-lagi Ms V Nia menolak.

Gagal penetrasi, pasangan ini beralih ke tujuan lain, mengupayakan kehamilan. “Tiap akan mengeluarkan sperma, Wisnu menempelkan penisnya ke bibir vagina. Jadi, sperma bisa terdorong masuk,” cerita Nia. Dia pun mengondisikannya dengan mengangkat kaki setinggi mungkin.

Sepertinya, harapan mereka terkabul. Akhir Juni lalu, Nia merasakan tubuhnya aneh dan menstruasinya telat. Namun, dia menepis jauh-jauh pikiran hamil. Apalagi, terlambat mens memang biasa dialaminya. Tapi, kian hari tubuhnya menunjukkan gejala orang hamil. Iseng, Nia membeli test pack. Ternyata, hasilnya positif. Untuk memastikan, Nia pergi ke dokter kandungan. Hasilnya, Nia dinyatakan hamil lima pekan.

“Ini anugerah tak terkira. Kerja keras kami berhasil,” kata Nia dengan wajah berseri-seri.(*)

Advertisements

~ by wahyukokkang on January 9, 2009.

8 Responses to “Konsultasi Seks”

  1. kasian amat yah.. hamil tanpa pernah merasakan enaknya orgasme šŸ˜€

  2. Mending orgasme terus tp gak hamil ya non? Hehehehe…!

  3. SETUUUBUUUUHH..eh salah, Setujuuu sama cak Wahyu..
    ketok’e wis cak Wahyu pakar membuat wanita orgasme tanpa mengalami kehamilan.
    Yok opo cak carane?? bagi2 ilmu dapat pahala lho
    :))

  4. Carane? Wah susah mas kalo nggak langsung peragaan, huahahahaha!!!

  5. Saya juga punya masalah seperti Bu Nia ini, dan perkawinan kami sudah berlangsung selama 3,5 thn tanpa melakukan hubungan suami istri. Akhir2 ini kami telah mencari dokter utk berkonsultasi, dan sayangnya suami saya tdk pernah mau mencoba cara seperti yg dianjurkan dokter, yaitu dengan mencoba memakai jari tangan. Selamat yah, kepada bu Nia.

  6. waduh .. la wong enak kok gak mau. emane reekkkk

  7. saya perempuan 28 tahun.mengidap vaginismus juga. saya sdh menikah selama 1,5 tahun.tapi tidak pernah berhasil melakukan penetrasi dgn pasangan. setelah membaca postingan ini sy harap ada yg bisa memberi masukan buat saya.trmksh

  8. Hai. Aku wanita 27 tahun. Aku kira aku aja yg pernh ngalamin ini dan rekor 1 th 10 bulan. Ehhh tnyta dsini ada yg lbh dr gue hhehe.
    Awalnya aku susah bgt krn aku udah kejebak mindset klo sex awal itu sakit. Jadi secara otomatis tubuhku menolak. Shgga terjadi rasa yg sakit bgt dan kita gak pernah ngelanjutin krn akunya udah teriak dan minta stop.
    Sudah mencoba utk rileks tetep gak berhasil. Seenak2nya foreplay tetep pas mr P mau masuk lgsg keringat dingin lagi gue. Bahkan kita sempat LDR berharap ketika bertemu dg rasa rindu yg berlecamuk bisa meluluhkan saya, tapi ternyta tetep susah hahah.
    Akhirnya ketika sudah tidak LdR saya berniat utk berani. Skali dua kali coba gak berhasil. Suami blg, sampai kapan sihh mau gni terus..kpn punya anaknya coba.
    Akhirnya saya pasrah dan brusaha menahan sakit. Saya blg ke suami teruskan teruskan…dan saya bner2 mncoba nahan sakit. Dan akhirnya berhasil hahaha. Trnyya klo udah masuk gak sesakit itu apalagi klo akhirnya bner2 bs rileks. Seneng bgt rasanya. Meskipun stelah itu saya ttp mrasa perih tapi saya senang krn udh berhasil goal hheheh…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: