Konsultasi Psikologi

Suami Lebih Suka ’’Swalayan’’

Dear dokter Nalini, saya seorang istri yang galau atas kebiasaan suami. Kami sudah menikah enam tahun, telah dikaruniai dua anak. Ada yang mengganggu pikiran saya. Yakni, ketika mengetahui suami sering beronani. Kebiasaan tersebut dilakukan sebelum kami menikah. Tapi, tampaknya, kebiasaan tersebut sulit dihilangkan.

Bahkan, awal-awal pernikahan, saya merasa ’’berlomba’’ dengan kebiasaan tersebut. Kalau pas belum beronani, saya dapat ’’jatah’’. Tapi, kalau suami sudah onani, saya harus mengalah. Saya sudah mencoba mengomunikasikan hal tersebut kepada suami. Namun, sikap dan tanggapan suami sangat menyakitkan.

Normalkah perilaku suami? Apa yang harus saya lakukan agar suami bisa menghentikan kebiasaan tersebut?

Bunga, Surabaya


Ngenes juga ya cerita Anda. Bisa-bisa Anda cemburu pada tangan suami atau khayalannya yang lebih sensual daripada istri nyatanya. Tapi, tahan dulu emosi Anda, dinginkan kepala dengan handuk dingin, eh… akal sehat. Bisa jadi suami menderita suatu gangguan dan perlu bantuan.

Apakah Anda kurang seksi dibanding ’’perempuan fantasi’’ suami, sehingga dia lebih asyik bermain sorangan wae daripada mengikutsertakan Anda? Bisa ya, bisa tidak. Iya kalau memang tubuh serta bau Anda tidak kompatibel dengan selera dia, sehingga tidak menimbulkan rasa ’’greng’’ untuk ingin selalu berdekatan dengan Anda.

Bau? Oh iya, beberapa ahli menyatakan bahwa manusia juga punya insting bau yang mirip binatang (coba lihat kucing, kan berahinya muncul setelah dia mengendus-endus bau pasangannya, kendati kucing lain belum tampak mata).

Katanya, bau asli manusia memang secara seksual juga bisa menimbulkan daya tarik kuat bila kompatibel alias cocok. Nah, tingkat kecocokannya berbeda-beda. Ada yang kayak magnet dan ada yang nggak begitu kuat. Tapi, bukan bau parfum lho. Apalagi bau minyak si nyong-nyong…

Atau, masalahnya lain lagi. Masalahnya ada pada suami Anda. Masturbasi sudah menjadi ritual hidupnya sejak berahi seksualnya melesak dan dia selesaikan dengan cara ’’swalayan’’. Lama-lama keasyikan. Kalau tidak melakukan malah tidak lega alias ketagihan dan menjadi cara yang obsesif komplet dengan kompulsifnya.

Yang jelas, tanpa melakukan cara solo tersebut, dia malah merasa tidak nyaman. Kebawa-bawa sampai kelak dia menikah dengan perempuan nyata. Nah, katanya ini juga dampak maraknya kehidupan maya yang bisa diakses dari internet atau media canggih lainnya.

Beberapa orang lebih demen memilih kehidupan seksual maya daripada yang virtual-reality. Praktis, murah, dan efisien! Hehehe…

Tapi, bagi Anda, tentu pahit. Perasaan Anda pasti tersakiti, apalagi bila suami tak mau berterus terang kenapa dia lebih memilih istri maya daripada Anda (padahal nama Anda Bunga, bukan Maya, apalagi Luna Maya!).

Suami lebih suka bungkam dan menohok perasaan Anda daripada membicarakan baik-baik. Mungkin itu sesungguhnya merupakan reaksi defensif untuk menutupi kelemahan dan rasa bersalah kepada istrinya. Padahal, Anda kadung merasa ’’Waduh, aku nggak sensual blas di mata suami’’.

Anda sudah mengajak bicara, tapi omongannya malah nyelekit. Sekarang ganti ajak konsultasi pada seorang psikiater untuk mencari penyebabnya dan diatasi. Mungkin dia menderita obsessive compulsive disorder (OCD), yang kebetulan fokusnya masalah seksual. Tapi, bila suami tetap ngotot, ya lebih baik Anda biarkan saja sampai dia berubah sendiri. Atau, Anda juga ikut-ikutan berubah… (*)


Nalini M. Agung

Psikiater

~ by wahyukokkang on January 24, 2009.

4 Responses to “Konsultasi Psikologi”

  1. Selamat siang bu, saya ibu seorang putri yg baru berusia 2 tahun. pernikahan saya sekarang ini sudah menginjak tahun ke-4. saat ini suami saya sdg berselingkuh dgn seorang janda, ini kali ke dua dia selingkuh, yg pertama waktu saya hamil 6 bulan. waktu saya tanya knp dia selingkuh katanya hanya untuk selingan saja. dia juga tidak pernah mengeluh ttg hubungan sex kami…yang saya tidak mengerti dia tuh suka sekali tlp2an mesra di depan saya atau saling kirim sms…diselidik ternyata mereka juga sudah berniat untuk membina rmh tangga. saya mesti gmn ya bu…saya bingung sekali

  2. Dear dokter nalini, q lg pny problem nich ttg saudaraq yg emosix g labil. Dia seringkali marah atau memaki2 org yg lbh beruntung dr dia alias iri hati. Q pgn konsul tp enakx d mana ya? Dokter punya g teman yg praktekx d daerah sby selatan dskt. . . Thanx

  3. selamat malam bu, saya seorang mahasiswi semester IV di salah satu perguruan tinggi di BJN ,begini bu saya lagi punya masalah dalam kehidupan saya dan saya bener” gak tau pada siapa saya mencurahkan semua ini,sejak kecil saya selalu di kelilingi oleh orang” yang pintar saudara sepu” aku selalu berprestasi dalam sekolah , tapi saya berbeda dari mereka saya bukan seorang gadis yang pintar,orang tua saya sayang pada saya, tapi mereka selalu membanding”kan mereka dengan saya sampai sekarang,hinggga saya bosan mendengarkan semua itu serasa saya benar” tidak bisa berfikir jernih lagi karna semua itu,dari situlah bu saya merasa kalau ada yang aneh pada dirisaya, apakah saya benar” sudah terjangkit dengan kata “setres” dan apa yang harus saya lakukan dengan semua ini. karena saya merasa semua ini beban bagi saya.dan dalam persahabatan saya dengan teman” saya,saya selalu di nomor duakan<dari temen" saya yang lain.

  4. Selamat sore ibu, perkenalkan nama saya liya umur 30 th, memiliki seorang putra berumur 10 th. Di sini saya ingin sharing mengenai kehidupan rumah tangga yang sudah berjalan 9 th. Selama menjalani perkawinan saya merasakan kebahagiaan itu tidak ada di dalam kehidupan rumah tangga saya, di mana karakter/sifat suami saya yang emosional & tempramental, dan setiap kali marah sering mengeluarkan kata-kata dan nada yg kasar yang seharusnya tidak pantas ditujukan kepada seorang Istiri & anak,

    Saat ini saya tinggal di rumah mertua, suami saya tidak bekerja, hanya sayalah yang bekerja. Setiap kali diajak berdiskusi mengenai masa depan rumah tangga kami, agar bisa jauh lebih baik dan saya ingin mengajaknya hidup mandiri seolah suami saya kurang merespon dan hanya berjanji-janji saja . Saya sudah sangat putus asa menjalani perkawinan ini. Kekuatan doa dan anaklah yang mendorong saya bisa bertahan sampai dengan sekarang.

    Mohon untuk bisa dibantu mencarikan solusi dari permasalahan tsb dan apa yang harus saya lakukan.

    Terimakasih.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: