Konsultasi Seks

Ingin Tunda Kehamilan, Pakai Kondom

Dok, saya baru menikah satu bulan. Saya dan suami berencana menunda punya momongan terlebih dahulu. Sebab, saya belum selesai kuliah dan suami masih konsentrasi dengan usaha barunya.

Yang saya tanyakan, apakah kondom merupakan kontrasepsi yang bagus bagi pasutri baru yang mau menunda punya anak? Namun, ada beberapa orang yang bilang itu tak enak digunakan untuk hubungan suami-istri. Apalagi, ada pula kemungkinan kondom bocor. Adakah cara untuk mengecek kondom itu bocor atau tidak? Menurut Dokter, apa yang sebaiknya saya lakukan?

Diana, Surabaya


Pemilihan jenis alat kontrasepsi yang akan digunakan pasangan suami-istri perlu disepakati bersama. Hal tersebut dilakukan agar suami dan istri nyaman. Faktor lain yang harus menjadi pertimbangan dalam memilih jenis kontrasepsi ialah efektivitas dan reversibilitas. Maksud efektivitas kontrasepsi adalah metoda kontrasepsi yang memiliki angka kegagalan lebih kecil. Sedangkan maksud Reversibilitas ialah, ketika sudah tidak lagi menggunakan kontrasepsi, kesuburannya segera pulih. Mudahnya cara penggunaan kontrasepsi juga menjadi faktor yang perlu dipertimbangkan.
Kondom sebagai sarana kontrasepsi memiliki kelebihan dan kekurangan. Dari aspek cara/teknik penggunaannya, kondom relatif mudah digunakan. Tetapi, jika cara penyarungannya tidak tepat, kondom akan relatif mudah  bocor/rusak.

Ada upaya yang harus dilakukan agar kondom tidak sobek/rusak saat dipakai. Yaitu, usahakan agar kantong gelembung di ujung kondom tidak teregang oleh udara berlebih saat sudah disarungkan di penis. Tentang daya regang bahan kondom, sudah ada standar uji regang sebagai syarat bisa digunakan secara luas. Hanya, jika kondom salah simpan kemudian bungkus rusak dan kering atau kedaluwarsa (expired), kondom mudah sobek.

Tentang efektivitas kondom sebagai kontrasepsi, bila kondom tidak rusak, fungsi sebagai barrier mekanis menghalangi pertemuan sperma dan telur. Cairan yang ada dalam kondom bersifat spermisida/mampu mematikan sel sperma. Hal tersebut merupakan keuntungan dari aspek mendukung fungsi kontrasepsi. Sampai saat ini, kondom tidak termasuk metode kontrasepsi yang direkomendasikan. Pasalnya, fakta kegagalan relatif lebih besar daripada kontrasepsi hormonal seperti pil ataupun injeksi. Penyebab kegagalan dari penggunaan kondom sebagai kontrasepsi, antara lain, cara penggunaan yang tidak rutin setiap berhubungan badan. Juga, terlambat mencabut setelah ejakulasi sehingga sperma mengalir melalui sela-sela antara penis dan kondom kemudian sperma masuk ke vagina ataupun kondom sobek saat dipakai berhubungan seks.

Untuk Ibu Diana yang merupakan pasangan muda, kontrasepsi pil memiliki reversibilitas tinggi. Penggunaannya pun mudah. Hal tersebut menjadi pertimbangan untuk bisa digunakan. Kontrasepsi hormonal dalam kemasan pil selain efektif juga akan memberikan perlindungan khusus terhadap risiko infeksi dalam rahim. Sebab, lendir di mulut rahim lebih pekat. (*)


Dr dr Hudi Winarso SpAnd MKes

Advertisements

~ by wahyukokkang on February 6, 2009.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: