Konsultasi Gizi

Menu Diet Penderita Stroke

Dokter, ayah saya sekarang sudah berusia 57 tahun dan baru saja pensiun. Mendadak, beliau tidak bisa berjalan dan kalau berbicara tidak jelas (bahasa Jawa-nya ”pelo”) sehingga perlu dirawat di rumah sakit selama beberapa hari. Ayah saya didiagnosis menderita stroke. Padahal, sebelumnya ayah saya tampak sehat, tidak gemuk, dan tidak menderita penyakit parah. Kalau begitu, apa ya kira-kira penyebabnya? Sekarang ayah saya menjalani fisioterapi. Bagaimana pola makan yang pas untuk beliau ya. Mohon penjelasan.

Joko Mulyanto, Sidoarjo


Pak Joko, stroke adalah gangguan sebagian atau seluruh fungsi otak dikarenakan matinya sel otak pada area tertentu sebagai akibat adanya penurunan/gangguan aliran darah ke jaringan otak. Penurunan/gangguan aliran darah ke jaringan otak bisa terjadi karena adanya darah membeku (emboli), perdarahan, atau penyempitan yang mendadak (biasanya bersifat sementara). Hal itulah yang menyebabkan suplai nutrisi (zat gizi) dan oksigen ke otak menjadi terhambat dan mengakibatkan sebagian atau seluruh sel otak mati.

Faktor terjadinya stroke bisa disebabkan penyakit hipertensi (tekanan darah tinggi) yang tidak dikontrol, atherosclerosis (penebalan dan kekakuan dinding pembuluh darah karena pengendapan kolesterol dalam dinding pembuluh darah), penyakit diabetes melitus (kencing manis), umur tua (secara fisiologis dinding pembuluh darahnya menjadi tidak lentur lagi), obesitas, perokok berat, pemakai narkoba, orang yang suka minuman beralkohol, dan stres.

Karena ayah Pak Joko tidak gemuk dan tidak pernah menderita penyakit sebelumnya, tampaknya stroke beliau lebih disebabkan umur tua dan stres setelah menjalani pensiun (post power syndrome). Akibat stres yang di luar kesadaran itu, terjadi penyempitan pembuluh darah yang mendadak. Gangguan aliran darah ke otak terganggu sehingga sebagian sel otak menjadi mati akibat adanya gangguan dalam suplai nutrisi dan oksigen.
Memang, tekanan stres bisa membebani individu dan mengakibatkan gangguan keseimbangan fisik ataupun psikis. Jika tekanan stres terlampau besar atau berjalan cukup lama hingga melampaui daya tahan tubuh individu, tubuh tidak berhasil menyesuaikan diri sehingga timbul kelainan patologis. Kelainan patologis bisa berupa stroke yang dapat berakibat fatal (kelumpuhan atau bahkan meninggal dunia).

Ada beberapa diet yang bisa dilakukan. Pertama, untuk menu sehari-sehari, usahakan memilih makanan yang beragam, bergizi, berimbang, dan aman bagi tubuh (well balanced diet). Jadi, dalam mengonsumsi makanan, hendaknya pasien memilih yang cukup mengandung zat gizi, beragam (ada nasi/penggantinya, lauk-pauk hewani dan/lauk-pauk nabati, sayur, dan buah), aman (pilih makanan bersih dan hindari mengonsumsi makanan yang mengandung banyak bahan tambahan yang tidak food grade), dan sebaiknya jangan makan terlalu berlebihan (sangat kenyang).

Kedua, untuk lauk-pauk hewani, sebaiknya pilih daging atau ikan yang tidak mengandung banyak lemak (kolesterol). Demikian juga, penggunaan minyak goreng (pilih minyak goreng nabati yang rendah lemak/rendah kolesterol) dan mentega (yang tidak mengandung lemak trans). Hindari mengonsumsi produk laut lain yang tercemar logam berat (Pb, Hg, atau Cu). Tidak dianjurkan mengonsumsi daging sapi dan ayam yang berlemak, jeroan (otak, hati, usus, jantung, dan sebagainya), susu, keju, es krim, produk protein hewani yang diawetkan (daging asap, ham, bacon, dendeng, kornet, margarin, mentega, santan kental, krim, dan produk gorengan).

Ketiga, kurangi penggunaan garam yang berlebihan, termasuk mengurangi konsumsi makanan yang diawetkan dengan bahan natrium benzoate. Usahakan konsumsi garam dapur maksimal 1,5 sendok teh per hari (setara dengan 5 gram garam dapur).

Keempat, perbanyak konsumsi makanan yang mengandung banyak serat (dalam sayur/buah). Sayur atau buah yang bisa dikonsumsi, antara lain, bayam, kacang-kacangan (kacang kedelai, kacang hijau, kacang merah, dan sebagainya), jamur (di antaranya shitake mushroom), bawang, dan avokad. Sayur dan buah yang tidak dianjurkan untuk dikonsumsi, antara lain, sawi, kol, kembang kol, lobak, daun singkong, daun katuk, daun melinjo, pare, nangka, durian, buah kaleng, dan asinan.

Kelima, konsumsi air minum yang aman dalam jumlah cukup (sekitar 6–8 gelas sehari). Minuman hendaknya diberikan setelah selesai makan. Keenam, pilihlah makanan yang cukup mengandung vitamin B (terutama niacin), vitamin C, dan vitamin E.

Selain mengatur makanan yang dikonsumsi, dianjurkan pula mengurangi/menghindari rokok atau minuman beralkohol seoptimal mungkin. Untuk mencegah agar stroke tidak terulang, manajemen untuk mengatasi stres juga harus dilakukan agar stressor bisa dikurangi, meski tidak bisa dihilangkan sama sekali. (*)


Prof Bambang Wirjatmadi MD MS MCN PhD

Advertisements

~ by wahyukokkang on March 6, 2009.

One Response to “Konsultasi Gizi”

  1. wah-wah…laranganya kok banyak banget yach….
    Lha terus kalo belanja di pasar,belanja apa donk…???
    Tapi gpp,untung larangannya ga tertulis “jangan sering-sering liat blog wahyu kokkang…!”
    kalo ada,ga bikin sembuh tu penyakit tapi malah parah!masa orang sakit surh diem dkamar…!kan juga butuh refreshing liat blog,gratisss….ga perlu konsultasi lagi…whahahahahaha….en ga ada ketakutan ngasih comment,yang ada ketawa terussss….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: