Konsultasi Manula

Umur 60 Tahun, Sering Diare

Prof Bambang, pada usia yang ke-60 tahun ini, saya sering diare. Saat diare, tidak keluar darah dan perut tidak sakit. Jumlah atau volume yang keluar kadang banyak, kadang sedikit. Kotorannya bersifat cair. Karena itu, saya minum obat antiinfeksi perut. Apa penyebab diare? Apakah ada kaitannya dengan makanan? Apa yang bisa saya lakukan selama diare tersebut? Mohon penjelasannya.

Gunawan, Surabaya


Pak Gunawan, diare adalah suatu kondisi atau penyakit di mana kotoran ketika buang air besar berupa air. Jumlah kotoran yang keluar memang bisa banyak atau sedikit. Penyebab diare bisa ”sendiri” atau merupakan gejala dari penyakit lain. Penyakit diare biasanya disertai dengan gejala muntah, rasa haus yang meningkat, kram perut, kembung, dan hilangnya nafsu makan. Bila gejala diare tidak sembuh-sembuh, sebaiknya Anda perlu berkonsultasi ke dokter terdekat.

Penyakit diare bisa berakibat macam-macam. Umumnya, karena nafsu makan hilang dan cairan keluar melalui kotoran, diare dapat mengakibatkan kekurangan zat gizi (defisiensi zat gizi). Berat ringannya defisiensi zat gizi tergantung pada berat ringannya diare. Keluarnya banyak cairan selama diare bisa mengakibatkan dehidrasi (kekurangan cairan) serta hilangnya sebagian mineral dan vitamin. Diare biasanya disebabkan infeksi karena bakteri pada saluran pencernaan. Penyebab lainnya adalah stres, alergi makanan, penyakit pada kelenjar pankreas, pemakaian obat antasida, penggunaan obat pencahar yang lama, infeksi usus besar (colitis), kanker, atau berbagai penyakit parasit.

Diare akut atau kronis biasanya disebabkan virus, bakteri, kuman, atau penyakit parasit yang lain. Yang berbahaya, penyebabnya adalah tifus atau kolera. Jika mengalami diare kronis, baik yang bercampur darah maupun tidak, sebaiknya Pak Gunawan memeriksakan ke dokter yang terdekat. Sebab, bila diare tersebut disertai darah, dikhawatirkan terjadi kanker usus besar. Diare yang disertai darah disebabkan radang menahun pada usus besar. Pada usus besar tersebut, terjadi luka yang dapat mengakibatkan perdarahan setiap saat. Jika terjadi diare kronis yang disertai suhu badan yang tinggi, perlu dicurigai adanya penyakit tuberkulosa usus. Yang terpenting, jangan sampai terjadi dehidrasi (kekurangan cairan tubuh). Penuhi pula asupan mineral seperti natrium, kalium, chlorida, dan magnesium. Ini penting mengingat Pak Gunawan termasuk lansia. Mengonsumsi jus sayur dan buah juga baik. Bila diare berlanjut, hindari mengonsumsi makanan padat. Mengonsumsi yogurt diperbolehkan. Dalam diet makanan selama diare, perlu asupan vitamin B complex dan vitamin C serta mineral. Vitamin dan mineral dapat berupa makanan, minuman, atau tablet. (*)


Prof Bambang Wirjatmadi MD MS MCN PhD

Spesialis Gizi

~ by wahyukokkang on June 3, 2009.

2 Responses to “Konsultasi Manula”

  1. Banyak muncul penyakit yg macam2,apalagi usia semakin bertambah….!yang terpenting,selalu hidup sehat disaat usia masih muda supaya disaat usia tua bisa menikmati tanpa warning apapun

  2. hati-hati, bambang wirjatmadi dokter cabul

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: